Salam Blogger

Pada tanggal 4 Februari 2012 diadakan ritual buka mata naga di Kelenteng Kwan Tie Bio di Jalan Diponegoro, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Buka mata naga yang dilaksanakan adalah dalam rangka perayaan Cap Go Me. Setelah dilaksanakan ritual buka mata naga,pada puncak perayaan Cap Go Meh yaitu pada hari Senin 6 Februari, replika naga diarak keliling kota, terutama di jalan Gajah Mada, Hijas dan Tanjungpura. Pada puncak perayaan Cap Go Meh tersebut juga digelar Tatung yang dipusatkan di Kota Singkawang. Setelah itu tepatnya pada hari Selasa 7 Februari yaitu setelah digelarnya Tatung, diadakan ritual Pembakaran Naga. Ritual Pembakaran Naga ini merupakan rangkaian penutup Imlek dan Cap Go Meh. Menurut kepercayaan warga Tionghoa, Proses pembakaran naga adalah untuk mengantarkan arwah-arwah yang merasuki sang naga kembali ke surga.



Ritual pembakaran naga wajib dilakukan. Jika naga tidak dibakar, menurut kepercayaan mereka dikhawatirkan akan terjadi bencana dan musibah daerah dimana mereka tinggal. Karena arwah suci dari leluhur Tionghoa yang telah meraga dalam naga-naga untuk perayaan Cap Go Meh akan murka dan menjadi penasaran. Mengakibatkan aura negatif bagi seluruh warga Tionghoa pada tempat tersebut.
Untuk tahun 2012, ritual pembakaran naga dilakukan di area pemakamaman Yayasan Bhakti Suci Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Sebelum replika naga dibakar,terlebih dahulu replika naga tersebut diarak disekitaran area pemakamanan tersebut. Kemudian replika naga tersebut menuju klenteng di area pemakaman. Setelah proses ritual di klenteng dilakukan, replika naga tersebut diarak sehingga membentuk bulatan yang kemudian dibacakan doa dan dibakar. saat api melahap replika naga tersebut, para pengarak naga, mengelilingi api tersebut sambil beryel-yel.
Adapun jumlah replika yang dibakar pada hari ini sebanyak 8 naga. Ritual yang dilaksanakan ini berjalan tertib. Warga Kubu Raya dan Pontianak berbondong-bondong memadati area pemakaman untuk menyaksikan ritual pembakaran naga. Tidak hanya dari warga Tionghoa akan tetapi juga dari warga non Tionghoa.

Salam Blogger!

Share on :

4 Responses to Ritual Pembakaran Naga

  1. edi wasito Says:
  2. susah bikin nya loh..malah di bakar,,:P
    happy blogging

     
  3. menarik sekali bahasannya.
    kunjungi dab joint juga Blog saya ya

     
  4. Mood Says:
  5. Acara yang menarik, kalo deket saya pasti menyempatkan diri untuk menyaksikannya.
    thank's buat informasinya.

    Salam.. .

     
  6. NF Says:
  7. pembakaran naga adalah penutupan dari rangkaian prosesi cap gomeh ya?

     
.......................................




Translate

PSF

PSF