![]() |
| sumber gambar dari google |
Kata ‘‘Dangau’’ dalam masyarakat melayu Kab. Sambas memiliki makna sebagai sebuah gubuk yang digunakan oleh petani untuk beristirahat. Dangau tersebut biasanya berada di pinggir atau tengah-tengah sawah. Selain sebagai tempat beristirahat, Dangau juga digunakan sebagai tempat sementara penyimpanan hasil panen padi.
Di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Melayu Kab. Sambas, terutama kaum petaninya, Dangau merupakan tempat tinggal sementara yang digunakan sepanjang musim bertani baik itu mulai dari pembersihan lahan, pembibitan, penanaman hingga panen. Tidak jarang pula, dangau juga di jadikan tempat menginap bagi para petani yang jaraknya terlalu jauh antara rumah dengan sawahnya.
Ukuran Dangau bermacam-macam, ada yang kecil, sedang dan besar. Dangau yang bentuknya kecil biasanya digunakan untuk menyimpan peralatan bertani, seperti ‘‘parang1‘’, ember, pupuk, ‘‘penugal2’’, ‘‘Baka3’’, ‘‘Ketel4’’, ‘‘Tali Ukuran5’’, ‘‘Capel6’’ dan pakaian bertani. Sementara yang berukuran sedang biasanya bisa di gunakan untuk istirahat siang seperti makan siang, atau tidur siang. Bahkan bisa juga digunakan untuk menyimpan hasil panen padi. Biasanya bisa memuat 3-6 karung padi. Sedangkan Dangau yang ukurannya besar bisa digunakan sebagai tempat menginap yang dilengkapi dengan dapur. Bahkan dilengkapi dengan lampu penerangan listrik (bila dekat dengan rumah warga).
Beda ukuran, beda pula bahan yang digunakan untuk membangun dangau. Untuk dangau kecil biasanya bahan yang digunakan ala kadarnya yaitu dari kayu sebesar pergelangan tangan dengan dindingnya dari bahan plastik atau daun sagu. Sementara atapnya merupakan anyaman daun sagu. Dangau ini tidak memiliki lantai, kadang-kadang juga memiliki lantai yang terbuat dari beberapa papan. Sementara untuk Dangau yang ukurannya sedang, biasanya dindingnya terbuat dari papan, memiliki lantai yang juga dari papan, bentuknya agak tinggi, dan atapnya terbuat dari anyaman daun sagu. Sedangkan dangau dengan ukuran besar, memiliki beranda (meskipun kecil ), lantai dan dinding terbuat dari papan, tiang yang digunakan juga biasanya tiang yang digunakan untuk membangun rumah, atapnya terbuat dari anyaman daun sagu atau seng.
Bagi masyarakat petani Sambas, Dangau digunakan sebagai tempat berteduh (istirahat) kala hujan turun, atau cuaca panas. Oleh karena itu, Dangau sangat memiliki peran penting dalam kehidupan petani masyarakat melayu Sambas.
Catatan:
1. Parang: Seperti golok, namun bentuknya melengkung, memiliki berbagai bentuk sesuai fungsinya. Baik itu untuk pembersihan lahan sebelum penyemaian dan penanaman (Parang Panjang) serta untuk memotong rumput yang tumbuh di sekitar padi (parang pendek)
2. Penugal: Alat yang digunakan untuk membuat lubang dan memudahkan padi ditancapkan ke tanah. Terbuat dari kayu, berbentuk lancip.
3. Baka’: Bentuknya bulat, ukurannya bervariasi, kecil, sedang dan besar. Terbuat dari anyaman bambu yang digunakan untuk mengangkut hasil panen.
4. Ketel: tempat menyiram tanah sebelum ditancapkannya penugal. Alat digunakan agar tanah menjadi lembek dan mudah dilubangi.
5. Tali Ukuran: Terbuat dari tali bekas (tali nilon) yang panjangnya 1 meter-3 meter. Alat ini digunakan agar baris padi yang ditanam menjadi rapi dan beraturan.
6. Capel: Topi yang terbuat dari anyaman bambu. Bentuknya bulat dan membentuk kerucut. Bagian atasnya lancip.
Sosok pemimpin terutama wanita seperti Risma ini sangat jarang dimiliki oleh bangsa Indonesia saat ini. Sehingga dengan demikian, munculnya sosok pemimpin wanita seperti Walikota Surabaya ini menjadi bukti bahwa kiprah wanita Indonesia di masa kini sangat berkontribusi dalam membangun Indonesia.
Sebagai Mayor of the Month atau wali kota terbaik di dunia untuk bulan Februari 2014 lalu versi City Mayors, tentu bukan hal mudah bagi Risma untuk meraih prestai dan predikat tersebut. Pasalnya sejak ia menjabat sebagai walikota, banyak pihak yang tidak senang terhadap cara kepemimpinannya dalam membangun Kota Surabaya. Hal itu dapat di lihat ke belakang yaitu pada pada tanggal 31 Januari 2011 silam, sempat muncul isu menurunkan Risma dari jabatannya melalui hak angket yang kala itu dilakukan oleh Ketua DPRD Surabaya Whisnu Wardhana. Alasan penurunan angket tersebut karena kebijakan dalam menaikan pajak reklame sebesar 25 persen itu tidak melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Tidak hanya itu, berbagai persoalan pun melanda Risma selama kepemimpinannya. Sebut saja kisruh pembangunan tol tengah kota Surabaya yang di nilai Risma, tidak bermanfaat untuk mengurai kemacetan di Surabaya, kisruh Kebun Binatang Surabaya yang sempat menyita perhatian media massa internasional, hingga ketidak akuran dengan wakil walikota yang diduga sebagai salah satu tokoh dibalik rencana pemakzulan dirinya pada awal tahun 2011 silam. Persoalan-persoalan tersebut sempat membuat wanita ini berniat mengundurkan diri, namun banyak dukungan rakyatnya agar tetap menjabat Walikota Surabaya, membuat Risma membatalkan niat pengunduran diri tersebut.
Berbagai persoalan yang melanda Risma tentu bukanlah hal mudah untuk ditangani. Namun berkat kegigihan dan ketangguhannnya serta demi menjalankan amanah rakyat yang di emban, Risma mampu menghadapi segala persoalan tersebut. Sosok wanita tangguh seperti Risma ini seperti berlian yang berada di dalam pasir. Sangat berharga namun sulit didapatkan. Oleh karena itu tidak heran jika banyak pula yang mengagumi sosok pemimpin wanita seperti Risma ini.
Ketangguhan Risma dalam menghadapi segala persoalan yang melandanya patut menjadi contoh teladan bagi pemimpin lainnya, terutama sosok perempuan. Pasalnya, selama ini banyak pihak yang beranggapan jikalau pemimpin wanita itu lemah, mudah menyerah, dan tidak mampu membangun kota atau juga bangsa. Namun sekali lagi, sosok Risma ini mampu menepis segala keraguan tersebut.
Sosok Risma yang tangguh ini dapat menjadi cerminan bagi pemimpin laki-laki bahwa sosok perempuan Indonesia masa kini tidak kalah hebatnya dengan sosok laki-laki dalam memimpin dan berpolitik. Sehingga dengan demikian, sudah seharusnyalah semua pihak mendukung sosok pemimpin perempuan dalam membangun negara tercinta ini.
Sosok pemimpin seperti Risma ini sudah seharusnya banyak di miliki bangsa Indonesia. Karena dengan sosok pemimpin wanita seperti Risma ini, Indonesia akan mampu bangkit dari ketertinggalan baik itu dibidang pendidikan, pembangunan, ekonomi, atau bidang lainnya. Tentu kalimat diatas bukanlah hal yang terlalu dilebih-lebihkan, mengingat negara Indonesia saat ini kekurangan pemimpin yang tangguh dan mampu mengemban amanat rakyat seperti sosok Risma ini.
#women-empowerment
Refferensi :
http://politik.kompasiana.com/2014/03/05/ibu-risma-prestasi-dan-sensasional-639621.html http://profil.merdeka.com/indonesia/t/tri-rismaharini/ http://regional.kompasiana.com/2014/02/22/terpampang-di-citymayors-21022014-tri-risma-harini-resmi-jadi-walikota-terbaik-dunia-633860.html
Warga Balikpapan-Kalimantan Timur tentu sudah tidak asing lagi dengan Rumah Makan Torani yang menyediakan berbagai aneka menu masakan seafood ini. Ya Rumah Makan Torani yang berlokasi Jl. Jendral Sudirman No. 73 Stall Kuda Balikpapan ini berusia tujuh tahun pada 5 April mendatang. Selama tujuh tahun itu tentu sudah banyak pengunjung yang mencicipi menu masakan seafood Rumah Makan Torani, mungkinkah anda salah satu pengunjung setianya?
Baiklah bagi anda yang pernah berkunjung atau pengunjung setianya Rumah Makan Torani alangkah baiknya jika mengetahui sejarah berdirinya rumah makan ini . Hal tersebut dipandang perlu sebagai bentuk apresiasi terhadap rumah makan ini yang juga setia melayani anda sebagai pengunjungnya.
Seperti dikutip di situsnya, sejarah Rumah Makan Torani ini sebelum berdiri yaitu di awali dengan percobaan menjual ikan bandeng tanpa duri yang dilakukan pada bulan Maret 2006 silam. Saat itu pemasarannya ke seluruh rumah makan yang ada di Balikpapan. Namun sayangnya, pada saat itu tanggapan yang didapatkan kurang memuaskan yang ditandai dengan bentuk penolakan-penolakan dari rumah makan tersebut.
Waktu terus bejalan, sehinggalah pada bulan Nopember 2006, saat itu diadakan sebuah pameran ‘’Food Festival Balikpapan’’di Mall Fantasi Balikpapan. Saat itu Rumah Makan Torani ikut berpartisipasi dalam event kuliner tersebut dengan berdirinya stand ‘’Toranifood’’.
Dalam mengenalkan kulinernya, Stand Rumah Makan Torani saat itu hanya menjual ikan bandeng tanpa duri bakar dan pepes kepiting dalam bentuk kemasan (bungkusan). Hasil dari penjualan tersebut ternyata memberikan tanggapa positif, hal itu dibuktikan pada minggu ke dua event yang mana stand Toranifood akhirnya menyediakan meja dan kursi di lokasi event agar pengunjungnya dapat menikmati menu yang disediakan ditempat tanpa harus di bawa pulang seperti sebelumnya. Tentu penyediaan kursi dan meja tersebut dilakukan berdasarkan permintaan pembelinya.
Selama pameran yang hampir 5 bulan berlansung itu, jumlah pelanggan terus membanjiri stand Rumah Makan Torani. Tercatat pula rata-rata penjualan ikan bandeng tanpa duri berkisar antara 60-90 kg per malamnya. Sungguh luar biasa minat dari para pembelinya ini.
Saat pameran berakhir pada Maret 2007, stand Toranifood akhirnya pindah ke Jalan Jenderal Sudirman, Komplek Lembaga Permasyarakatan No 73, Stall Kuda Balikpapan. Saat itu, momen perubahan nama dari Toranifood menjadi Rumah Makan Torani pun dilakukan. Selanjutnya pada 5 April 2007, secara resmi Rumah Makan Torani beroperasi dengan jumlah karyawannya saat itu baru 12 orang. Sementara fasilitas yang tersedia hanya berupa 6 meja dan 3 lesehan.
Seiring dengan jumlah tamu yang terus bertambah, maka aneka menu masakan seafood pun juga disajikan. Guna meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, Rumah Makan Torani juga menambah yaitu sekitar 80 orang (2013). Selain itu, rumah makan ini juga membuka cabangnya di Banjarbaru, Batulicin dan Sampit loh.
Jadi bagi anda yang berada di Sampit, Batulicin dan Banjarbaru segerlah mengunjungi Rumah Makan Torani dan mentuntaskan rasa penasaran anda terhadap aneka menu seafood yang disajikan oleh rumah makan ini.
Sesuai dengan sejarah berdirinya Rumah Makan Torani yang awalnya menjual Ikan Bandeng Tanpa Duri maka tidak heran pula jikalau Ikan Bandeng Tanpa Duri ini juga menjadi menu andalan dari rumah makan ini. Tak berlebihan pula jikalau rumah makan ini menyandang gelar ‘’Spesialis Bandeng Tanpa Duri’’ kuliner Balikpapan.
Berbagai aneka menu ikan bandeng yang bisa dinikmati di rumah makan ini seperti Bandeng Goreng Krispi Kecil, Bandeng Goreng Krispi Sedang, Bandeng Bakar Kecil, Bandeng Bakar Sedang, Bandeng Bakar Besar, Bandeng Bakar Super, Bandeng Goreng Krispi Besar, Bandeng Goreng dan Bandeng Goreng Krispi Super. Harganya juga bervariasi mulai dari Rp. 23.000 hingga Rp. 47.000.
Jika anda teringin menikmati aneka menu ikan bandeng atau kuliner Balikpapan lainnya, segeralah mengunjungi rumah makan torani baik itu di Balikpapan, Banjarbaru, Batulicin atau juga Sampit. Jika khawatir kehabisan tempat, anda bisa memesan tempat/reservasi melalui telepon : 0542 - 761 250 atau bisa pesan secara online di toranifood.com.
Torani juga hadir di media sosial untuk menyapa pelanggannya yaitu di twitter @RM_Torani dan juga di facebook https://www.facebook.com/toranibpn.
Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes SEO Kuliner Balikpapan
Lebaran Idul Fitri identik dengan baju busana muslim baik itu untuk pria maupun juga wanita. Nah khusus untuk pria, baju koko menjadi pilihan yang tepat untuk mereka. Walaupun lebaran idul fitri ini masih sekitar 2 bulan lagi, namun kaum pria juga perlu mempersiapkan lebih awal kelengkapan pakaian mereka untuk lebaran nanti. Pasalnya menjelang Idul Fitri, biasanya sejumlah barang di pasaran mengalami kenaikan harga. Oleh karena itu kaum pria boleh nih mulai dari sekarang memilih baju koko yang akan dikenakan pada hari lebaran nanti.
Nah Mengingat kaum pria ini termasuk tipe yang agak malas berbelanja di mal-mal atau toko, maka disarankan untuk berbelanja di toko online. Memang dewasa ini banyak sekali toko online yang menjamur di Indonesia, sehingga kaum pria juga kudu hati-hati ketika akan berbelanja di toko online, namun kaum pria tidak perlu was-was atau juga kuatir kalau berbelanja baju koko di Zalora, pasalnya selain terpercaya dan terkemuka di Indonesia, kaum pria juga bisa memilih baju koko sesuai selera dan kantong mereka.
Di bawah ini beberapa contoh baju koko yang disediakan oleh toko online Zalora yang tentunya sangat elegan untuk anda kenakan di hari pertama lebaran 2014 ini.
Namun jika anda sedang tidak berada dirumah, tentu Zalora juga mempermudah anda untuk bertransaksi melalui gadget anda yaitu dengan hadirnya Zalora Mobile App. Aplikasi Mobile Shopping ini tersedia bagi pengguna smartphone seperti Android, iPhone, dan BlackBerry.
Jika sudah memilih baju koko yang sesuai selera, tetapi di benak anda terbesit pertanyaan bagaimana kalau barang tidak sesuai pesanan? Jangan kuatir, toko online Zalora menjamin barang yang dikirim ke pelanggan sesuai pesanan.
Selain itu, pelanggan juga bisa menukar barang yang dibeli setelah tiga puluh hari barang diterima. Sementara untuk barang yang anda pesan tidak dikenakan biaya pengiriman alias gratis yang berlaku di area Jabotabek. Jadi tidak perlu kuatir lagi kan kalau mau berbelanja di Zalora?











