Kabupaten Sambas memiliki banyak adat istiadat yang unik mulai dari sebelum pernikahan,acara pernikahan, mengandung, melahirkan dan sebagainya. Saat acara pernikahan, Buang Minyak ( Mengandung , Tepung Tawar ( acara sesudah melahirkan ), dan acara - acara lain nya termasuk Sya'ban tak lepas dari yang namanya " Antar Pakatan ". Antar Pakatan berasal dari kata Antar : yang artinya ''membawa atau menghantarkan'', sementara Pakatan itu artinya Sepakat, setuju atau mufakat. Antar Pakatan adalah suatu adat istiadat dimana seorang atau satu keluarga yang di undang kerumah yang empunya acara harus membawa beras, uang, dan seekor ayam. Tamu yang di undang tersebut membawa beras sekitar satu kilo yang di masukan kedalam baskom atau ember kecil yang ada penutupnya. Kemudian ketika akan bersalaman dengan yang empunya acara, beras tersebut diberikan kepada yang punya acara, saat salaman biasanya uang sekitar dua ribu atau lebih diberikan saat tangan bersalaman itu. Beras serta uang itu biasanya dibawa tamu ketika menghadiri acara - acara yang berskala kecil artinya acaranya tidak terlalu meriah seperti acara sya'banan atau syukuran. Sementara acara Antar Uang atau Antar Pinang, Pernikahan, Buang Minyak, serta Tepung Tawar dan Sunatan biasanya selain beras dan uang, para tamu itu membawa seekor Ayam, nah itulah yang di sebut Antar Pakatan. Biasanya yang membawa Pakatan itu adalah tamu yang diundang atau di minta hadir pada sang empunya acara itu. Sebagai contoh Si A akan mengadakan acara pernikahan anaknya, maka ia mengundang atau mengajak si B untuk hadir besok atau beberapa hari yang akan datang untuk menghadiri acara pernikhanan anaknya, ia mengundang Si B beserta keluarganya yang berada di rumah tersebut, maka si B yang akan menghadiri acara pernikahan anak Si A, harus membawa satu ekor ayam yang masih hidup beserta beras, itulah yang namanya Antar Pakatan. Jika Si A mengajak atau mengundang Si C pada hari besar atau hari terakhir pesta pernikahan dan si C cuma di undang sendirian saja atau pihak laki - laki dari keluarga si C ( Suami atau Ketua Keluarga ) maka si C yang hadir ke pesta pernikahan si A tidak membawa apa - apa seperti layak nya si B. Acara pernikahan, Tepung Tawar, Sunatan, Antar Pinang, itu biasanya selama tiga hari, yaitu hari buat bumbu, hari motong, dan terakhir hari pupus. Nah untuk antar pakatan sendiri dilakukan pada hari kedua, yaitu yang disebut 'Hari Motong'' karena pada saat itulah terjadi penyembelihan ayam hasil antar pakatan yang akan digunakan untuk menjamu para tamu pada hari ketiga. Adat istiadat antar pakatan ini sudah berlansung lama dan sampai sekarang masih tetap tumbuh dan berlaku terus menerus di kabupaten Sambas.

Salam Blogger!

Permainan tradisional ini terdapat di kabupaten Sambas yang nama permainan ini di ambil dari beberapa nama suatu alat, tumbuhan bahkan nama hewan. Permainan yang sedikit aneh dan berhubungan dengan hal - hal mistis ini masih bisa di jumpai di salah satu kecamatan di kabupaten Sambas.

Permainan tradisional ini namanya " Timang Bubu ". Timang dalam bahasa Sambas bearti menimang atau memanjakan. Sementara kata " Bubu " adalah suatu alat yang di gunakan untuk menangkap ikan yang terbuat dari anyaman bambu yang di masukan kedalam parit untuk menangkap ikan. Dan " Mayang " itu adalah bentuk bunga yang masih terbungkus pada tandanan nya contoh nya pada sebuah pohon pinang yang terdapat bunga yang masih belum mekar atau pada kelapa yang akan berbunga. Sementara " Karra' " adalah sebutan untuk monyet.

Timang - timang tersebut adalah merupakan permainan tradisional yang selalu di katikan dengan hal - hal yang bersifat mistis karena selalu menggunakan mantra - mantra dan di sertai dengan nyanyian. Menurut fungsinya biasa di gunakan untuk mencari barang - barang yang hilang atau untuk pengobatan. Mencari barang yang hilang biasanya juga bisa menggunakan daun Nipah yang di bikin sebagai rokok. Sementara mencari barang - barang yang hilang itu di sebut " Betanong ". Sekarang permainan timang - timang ini dapat di jumpai di Kecamatan Tangaran (Sumber : Brosur Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Dan Pariwisata Kab. Sambas )


Semoga dengan artikel ini dapat lah kiranya mengenalkan kebudayaan yang terdapat di kabupaten Sambas.


Maaf bila ada kata - kata yang salah, bila ada kata yang tidak berkenan, mohon di maafkan, oke cuy?
Sekian dan Terima Kasih.
Wassalam
Tertanda Eel Pecidasase


Salam Blogger

Salam Blogger!

Kabupaten Sambas memiliki banyak kebudayaan, adat istiadat, tradisi nya yang menarik serta unik. Sebut saja adat istiadat Tepung Tawar, Antar Ajung, Antar Pakatan, Dan sebagai nya. Salah satu budaya yang terdapat di Kabupaten Sambas adalah Makan Besaprah yang biasanya di lakukan pada acara - acara tertentu, seperti : acara pernikahan, acara tepung tawar, sunatan, antar pinang, dan sebagai nya.


Makan Besaprah ini adalah acara makan bersama yang di lakukan oleh masyarakat melayu Sambas pada acara - acara jamuan makan, seperti pada acara pernikahan. Tamu yang hadir pada acara pernikahan biasanya di jamu dengan hidangan - hidangan khas melayu Sambas dan ketika akan menjamu hidangan tersebut mereka membentuk suatu kelompok atau " Paduan " yang terdiri dari 5 atau 6 orang dengan duduk bersila/lesehan untuk menikmati menu yang sudah di hidangkan. Menikmati menu yang di hidangkan dengan duduk bersila bersama 6 orang dimaksudkan sebagi salah satu perwujudan kebersamaan dan silaturahmi antara masyarakat Sambas.

makan besaprahan ketika Sya'banan

Makan Besaprah ini menggunakan lima jari artinya ketika memasukan makanan kedalam mulut tidak menggunakan sendok dan garpu, di acara Makan Besaprah ini lah kebersamaan benar - benar di terapkan. Sementara untuk membentuk kelompok atau " paduan " ini biasanya kita bisa mengajak teman dekat atau ada juga bersama orang - orang yang kita tidak akrab sebelum nya. Untuk hidangan Makan Besaprah ini sudah tersaji lengkap bersama air minum nya, piring serta air untuk basuh tangan serta lap tangan. Untuk Makan Besaprah ini setelah menikmati hidangan biasanya bisa lansung meninggalkan tempat karena untuk hidangan yang sudah di santap sudah ada yang menangani nya untuk membersihkan nya. Karena " Tamu adalah Raja " maka tamu yang hadir benar - benar di layani seperti raja.



Semoga apa yang di sajikan kali ini bisa menambah wawasan dan mengenal budaya masyarakat Kabupaten Sambas.

Maaf bila ada kata - kata yang salah, bila ada kata yang tidak berkenan, mohon di maafkan, oke cuy?
Sekian dan Terima Kasih.
Wassalam
Tertanda Eel Pecidasase


Salam Blogger


Salam Blogger!

Radat Koko adalah tari bela diri yang diciptakan pada tahun 1917 oleh H. Suni Bin Harun. Yang kemudian di lestarikan oleh penerusnya Bahri Bin Jarni yang kemudian mendirikan perkumpulan seni tari Raddat serupa di Desa Sekuduk kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas.

Awal nya Radat Koko ini merupakan acara agar masyarakat dapat berkumpul karena pada masa penjajahan kolonial Belanda masyarakat di larang berkumpul atau mendirikan perkumpulan. Tarian Raddat ini biasanya di iringi dengan lagu serta detakan Rebana atau masyarakat sebut " Tahar " yang terbuat dari kulit Sapi atau Kambing. Biasanya Raddat ini di pertunjukan ketika menyambut tamu, sementara untuk acara pernikahan sudah jarang bahkan sudah tidak pernah lagi di pertunjukan. Terakhir kali penulis melihat Raddat di pertunjukan di desanya adalah pada Tahun 2010 bertepatan dengan acara 17 Agustus. Dan lagu yang di nyanyikan untuk mengiringi tarian Raddat ini adalah lagu melayu. Lagu lama yang hanya orang - orang tua yang hapal lirik nya Salah satu lirik nya adalah :

" Lancang kuning.. Lancang kuning belayar Malam... "


Sementara Tanjidor adalah perkumpulan musik yang mempunyai misi yang sama dengan tarian Radat. Tanjidor adalah sebuah perkumpulan musik yang sekarang ini biasanya di gunakan jasanya untuk menghibur warga dalam sebuah acara perkawinan atau sunatan. Sekarang ini hampir semua di kecamatan di Kabupaten Sambas memiliki grup musik Tanjidor. Dan lagu yang di mainkan biasanya juga uptodate, artinya lagu nya mengikuti zaman lah yang mereka mainkan.

Di bawah ini ada video tentang pesta pernikahan dengan musik Tanjidor :)




Maaf bila ada kata - kata yang salah, bila ada kata yang tidak berkenan, mohon di maafkan, oke cuy?
Sekian dan Terima Kasih.
Wassalam
Tertanda Eel Pecidasase


Salam Blogger

Salam Blogger!

Hari ini sedikit nakal dan menebar pesona, menebar aroma yang mungkin bisa bikin teman - teman kesemsem akan postingan yang satu ini. Seperti apakah aroma dan pesona yang akan di tebar itu? yukk kita telusuri perjalanan Singkat ini.


Nah, kemarin sempat posting " Asam Kerabu ", masih pada ingat gak tuh? hayo di bayangin lagi deh gimana rasanya Asam Kerabu, udah kerasa? kalo sudah yuk di lanjutin ke Jambu Kerabu berikut ini.

Jambu Kerabu ini adalah makanan tradisional di Desa Semayong, jambu yang ingin di kerabu adalah Jambu Putih, dan Jambu Merah, nah kali ini yang saya ambil adalah tentang jambu merah. Jambu Merah yang rasanya kalau sudah matang, akan terasa manis, dan warna nya berubah menjadi warna merah tua.
Jambu Merah

Jambu Merah ini bentuk nya bulat dan lebih kecil dari jambu putih. Buah nya Hijau kalau masih muda, sementara jika sudah matang warnanya dari hijau berubah menjadi merah tua dan sedikit lembut kulit nya ketimbang masih muda. Dan rasanya sedikit manis. Dan untuk membuat Jambu Kerabu ini sebaiknya di pilih jambu yang antara matang dan belum matang, sehingga ketika akan memasaknya, daging nya jambu ( daging atau kulit ya ? ) tidak lembek.
Jambu Merah yang enak di Kerabu

Cara membuat Jambu Kerabu ini sama caranya dengan membuat Asam Kerabu, hanya perlu di potong kecil - kecil dan di oseng dengan di kasih bumbu seperlunya saja, jangan lupa di kasih cabe biar rasanya lebih kerasa manis dan asam nya. Karna Jambu yang antara matang dan belum matang itu rasanya sedikit asam dan sedikit manis.

Sementara waktu untuk menghidang kan nya tidak terkendala waktu, artinya bebas kapan saja, untuk makan siang atau makan malam, bisa - bisa saja. Untuk memasak Jambu Kerabu ini sepertinya tidak perlu di jelaskan panjang lebar, cukup lima menit atau lebih saja memasaknya, namun jangan lebih dari sepuluh menit, karna nanti Jambu Kerabu nya agak kurang enak untuk di nikmati, karna lembek dan rasanya jambu nya sedikit berkurang dikarenakan minyak goreng nya yang meresap ke daging jambu tersebut.


Rasanya Jambu Kerabu yang asam - asam manis ini sangat enak di santap bersama keluarga atau sahabat andai. Dan Jambu Kerabu ini hanya dapat di nikmati di Musiman aja, karna Jambu Merah ini berbuah musiman. Jikalau Musim buah tiba ia akan berbuah, biasanya satu tahun sekali baru ia berbuah dan jikalau sudah berbuah baru bisa menikmati yang namanya Jambu Kerabu.

Semoga Teman - teman semuanya bisa menikmati Jambu Kerabu ini dan jikalau kepengen nyoba memasak nya gampang saja kog, hanya perlu di iris - iris kecil kemudian di oseng dan di kasih bumbu saja, seperti garam dan penyedap rasa, simpel dan cepat saja malahan. Sekian dulu deh postingan nya, selamat bersantap ria aja deh buat semuanya :).


Maaf bila ada kata - kata yang salah, bila ada kata yang tidak berkenan, mohon di maafkan, oke cuy?
Sekian dan Terima Kasih.
Wassalam
Tertanda Eel Eliyanto Kaudan


Salam Blogger!

Salam Blogger!

Pada tanggal 24 September 2011 Roadshow ON Off ID 2011 di Pontianak dengan tema " Membangun Startup Melalui Sosial Media " yang telah menghadirkan pembicaranya Aulia Halimatussadiah ( Woman Onlinepreneur dan Penulis ), Emi Dewi ( Co-founder Startup E-Event )dan Djunita ( Co-founder Startup Lokal Pontianak E-Campus Radio ).



Roadshow ini atas kerjasama On Off ID(Pesta Blogger ) dengan Komunitas Bloger En Netter Pontianak ( BELETER ). Acara Roadshow ini dilaksanakan di Rumah Mimpi yang di mulai dengan proses registrasi pada pukul 09:00 - 09:30. Dan berakhir pada pukul setengah 3 dengan diskusi dan sesi foto bareng, Dan pada malam hari nya di di adakan lah Kopdar yang di mulai pada pukul tujuh malam.

Sesi pertama Roadshow On Off ini adalah Seminar dan Workshop dengan Pembicara pertama Mbak Aulia Halimatussadiah yang menjelaskan awal nya ia memulai bisnis. Mengenai Pengertian Startup bisa cek di sini.
Setelah mbak Aulia selesai di lanjutkan dengan menghadirkan pembicara Startup Lokal Pontianak yaitu mbak Djunita yang menjelaskan tentang E- Campus Radio beserta orang - orang di behind the scene nya setelah itu di adakan lah sesi tanya jawab antara peserta dengan mbak aulia yang kemudian setelah diskusi di lanjutkan dengan pembicara yang terakhir yaitu Mbak Emi Dewi yang menguraikan tentang Start Up Event. Yang kemudian juga di lanjutkan dengan sesi tanya jawab. Roadshow ini banyak membahas tentang bisnis di dunia maya, mendirikan website untuk berbisnis, baik bisnis yang menawarkan jasa ataupun produk.
Peserta sudah duduk di kursi yang telah di siapkan


Pembicara nya banyak mensharing pengalaman dan tip - tips mereka untuk bisa bertahan di dunia bisnis. Salah satu kendala yang di hadapi ketika ingin memulai bisnis adalah Modal, sementara untuk mendapat kan investor itu memerlukan kepercayaan. Sehingga " Angel Investor " terbaik kita adalah Ibu Bapa, saudara, orang yang terdekat dengan diri kita yang sudah kenal lama sehingga bisa percaya untuk menjadi investor di usaha yang akan kita tekuni begitu ucap salah satu pembicaranya.

Setelah istirahat makan siang, dan shalat Zhuhur, para peserta memasuki kembali ke ruangan seminar, yang kemudian acara roadshow ini di lanjutkan dengan diskusi antara sesama peserta untuk memberikan ide - ide untuk memulai suatu bisnis di dunia maya. Yang mana beberapa peserta di bagi menjadi beberapa kelompok, dalam satu kelompok di berikan lembaran kertas dengan beberapa pertanyaan. Tentang seputar ide yang ingin di wujudkan terutama tentang bisnis yang ingin di ciptakan.

Selang beberapa waktu setelah di adakan nya sesi diskusi antara peserta. Peserta yang di bagi menjadi beberapa kelompok ini di minta untuk berdiskusi antara sesama satu kelompok untuk mengeluarkan suatu ide atau menentukan tema yang ingin di bahas terutama ide berbisnis. Dari beberapa kelompok ada yang membahas tentang toko online yang menjual baju - baju batik tapi si pembeli yang melukis baju yang ia ingin kan seperti apa. Ada juga yang membahas pembuatan website, dan ada juga tentang wisata primitif yang hampir sama dengan konsep " Homestay ". Dari berbagai ide yang di presentasikan itu oleh setiap perwakilan kelompok, maka para juri yaitu dari para pembicara nya juga memutuskan kelompok yang membahas tentang " Wisata Primitif " adalah pemenang Ide Terbaik OnOffId 2011 dengn hadiah Tropi yang di persembahkan oleh Kedutaan Amerika Serikat.

Trofi untuk para pemenang Ide Terbaik

Salah satu perwakilan kelompok yang mempresentasikan Ide mereka



Setelah di serahkan trofi kepada Pemenang Ide Terbaik OnOffID 2011 yang di serahkan lansung oleh perwakilan dari kedutaan USA, di adakan lah sesi foto bareng antara para peserta dan para pemenang Ide Terbaik OnOff ID. Yang kemudian pada malam harinya di lanjutkan dengan Kopdar dengan pembicaranya dari Ketua Komunitas BELETER yaitu mas Dwi Wahyudi dengan tema " Kode Etik Bersosial Media " yang membahas tentang etika para pengguna internet di Indonesia.

Para Pemenang Ide Terbaik On Off Chat 2011, di Sebelah kiri ku adalah perwakilan dari Kedutaan USA


Sesi Foto Bareng

Maaf bila ada kata - kata yang salah, bila ada kata yang tidak berkenan, mohon di maafkan, oke cuy?
Sekian dan Terima Kasih.
Wassalam
Tertanda Eel Pecidasase

Salam Blogger


.......................................