Lokasi Kampung Daun berada di kawasan perumahan Trinity, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Jaraknya sekitar 4,7 kilometer dari jalan utama Sersan Bajuri dan sekitar, 12 kilometer dari Kota Bandung yang dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua atau empat. Jika tidak mengalami kemacetan, dalam waktu sekitar 30 menit, pengunjung sudah dapat menikmati keindahan alam, budaya, dan mencicipi kuliner Kampung Daun.
Kampung Daun ini memiliki luas wilayah sekitar 3 hektare dengan jumlah saung atau pondok sunda sebanyak 57 buah. Sementara karyawan yang dimiliki 185 orang yang berasal dari warga sekitar mampu melayani para pengunjung yang rata-rata perharinya 300-an dan akhir pekan biasanya mencapai 1500 peck. Penungnjung yang datang ke Kampung Daun akan disuguhkan pemandangan alamnya yang menarik. Misalnya bukit yang mengililingi Kampung Daun dihiasi oleh hutan Bambu. Selain itu, sepanjang jalan menuju Saung, tumbuhan jenis pakis berdiri tegak dan rapi menambah keasrian Kampung Daun ini. Sementara itu, Saung yang ditata sedemikian rupa dengan ciri khas budaya sunda, dan alunan musik sunda serta pelayan yang mengenakan busana khas sunda menambah nilai-nilai budaya di Kampung Daun ini. Tidak hanya alam dan budaya yang menjadi tarikan, kuliner yang disajikan juga cukup menarik untuk dinikmati.
Dengan konsep budaya, maka makanan khas daerah Jawa Barat dan daerah lainnya di Indonesia juga turut disajikan. Misalnya Karedok, Soto Betawi, Soto Kudus, Nasi Liwet Solo, Nasi Liwet Parahyangan, Nasi Campur Sunda dan lain-lain. Selain makanan lokal, juga disajikan makanan dari luar Indonesia seperti Cream of Chicken Soap, Cream of Corn Soap, Grilled of Australian Beef Ribs, Black Pepper Beef, Deep Fried Calamary,Lasagna, Spagety/Fettucine w/smoked beef. Sedangkan untuk minuman yang disajikan diantaranya Bandrek, Bajigur, Wedang Ronde, Sekoteng, Es Cendol, Es Cingcau dan lain sebagainya. Tentunya harga dari tiap-tiap makan tersebut berbeda-beda, namun yang pasti sasaran pengunjungnya adalah kelas menengah keatas.
![]() |
| Foto diambil dari Facebook |
Pada satu Muharram di pagi harinya sekitar pukul 6 pagi, para laki-lakinya baik yang sudah tua maupun masih anak-anak di dusun tersebut secara berombongan berkunjung dari satu rumah kerumah lainnya. Dirumah yang dikungji tersebut dibacakan do'a selamat dan shalawat.
Rumah yang dikunjungi itu biasanya menyediakan kue yang beraneka ragam. Tiap rumah berbeda-beda dalam menyajikan hidangan, ada yang menyajikan lontong, sate, kue lapis, kari, dan sebagainya tergantung kemampun. Namun hidangan ketupat tidak pernah lupa untuk disajikan.
Biasanya acara kunjung berkunjung ini hanya dilakukan oleh kaum prianya saja, sementara kaum wanita tinggal dirumah untuk menyediakan hidangan. Pada setiap rumah diharuskan pihak laki-laki dari keluarga tersebut untuk mengikuti rombongan lainnya mengunjungi setiap rumah. Acara kunjung berkunjung tersebut biasanya selesai dilakukan pada pukul 7 atau 8 pagi, tergantung jumlah rumah pada desa atau dusun tersebut.
Untuk mempercepat selesainya proses kunjung berkunjung itu biasanya dilakukan pembagian rombongan yang mana sebagian rombongan mengunjungi rumah warga dibagian hilir dusun tersebut dan sebagian rombongan lainnya mengunjungi rumah warga di bagian hulu. Perayaan dengan cara mengunjungi rumah warga secara berombongan ini hanya dilakukan pada 1 Muharram, sementara hari berikutnya masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa.
1. Abdul Kadir Gelar Raden Temenggung Setia Pahlawan
Beliau lahir di Sintang pada tahun 1771 dan meninggal dunia di Tanjung Suka Dua, Melawi pada tahun 1875. Beliau adalah seorang pahlawan nasional Indonesia dari Melawi. Beliau diangkat sebagai pahlawan pada Tahun 1999 melalui Surat Keputusan Presiden nomor 114/TK/1999 tanggal 13-10-1999
2. Mr. Hamid Al-Qadri atau nama lengkapnya Syarif Abdul Hamid Al-Qadri ini dikenal sebagai Sultan Hamid II yang merupakan satu diantara sultan di kesultanan Pontianak. Beliau lahir di Pontianak pada 12 Juli tahun 1913 dan meninggal dunia pada 30 Maret tahun 1978 di Jakarta. Beliau juga pencetus lambang negara Indonesia yang saat ini digunakan yaitu Burung Garuda. Nama beliau diabadikan pada nama Jalan di Kota Pontianak yaitu Jalan Sultan Hamid II.
3. Rahadi Oesman
Beliau lahir pada 1 Agustus tahun 1925 di Pontianak dan meninggal dunia pada 7 Desember tahun 1945 di daerah Sungai Besar, Kabupaten Ketapang. Beliau meninggal akibat tertembak oleh pasukan Belanda dalam pertempuran di Sungai Besar Ketapang. Kini nama beliau juga diabdikan pada nama jalan yaitu Jalan Rahadi Oesman.
4. Siradj Sood
Beliau merupakan tokoh pejuang dari Kabupaten Sambas. Beliau lahir pada 27 Muharram 1320 Hijriyah di kampung Tumuk, Kabupaten Sambas Kalimantan Barat dan meninggal dunia pada 23 Maret tahun 1972. Beliau dimakamkan di kampung Tumuk Kabupaten Sambas.
5.J.C. Oevaang Oeray
Beliau salah seorang tokoh pejuang dari Kapuas Hulu. Beliau lahir pada 18 Agustus tahun 1922 di Tanjung Kuda, desa Melapi I, Kabupaten Kapuas Hulu dan meninggal dunia pada 17 Juli 1986 di Sungai Jawi Pontianak. Nama beliau diabadikan pada salah satu tempat olah raga di Pontianak.
6. Pangsuma
Pang Suma salah seorang pejuang dari suku Dayak yang tinggal di Dusun Nek Bindang di tepian Sungai Kapuas Desa Baru Lombak Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau. Nama beliau diabadikan pada Gedung Olah Raga Pontianak, GOR Pangsuma.
7. Aliayang
Beliau merupakan pahlawan asal Sintang. Beliau lahir pada 20 Oktober 1920 di desa Nanga Menantak,Ambalau Sintang dan meninggal pada 7 April 1970. Beliau dimakamkan di Makam Pahlawan Bambu Runcing, Kota Singkawang. Nama beliau diabadikan pada nama Jalan Alianyang, Pontianak.
8. Bardan Nadi
Beliau salah seorang pahlawan asal Ngabang. Memiliki nama asli Sutrisno Sastrokusumo lahir di Magelang Jawa Tengah pada tahun 1912 dan meninggal dunia pada 17 April 1947. Nama beliau juga diabadikan pada nama jalan di Kota Pontianak.
Selain dari 8 nama pahlawan diatas, ada 11 pahlawan yang yang mendapat gelar PERINTIS PERGERAKAN KEBANGSAAN/ KEMERDEKAAN dari Menteri Sosial pada tahun 1990.
Nama 11 pahlawan itu juga diabadikan pada sebuah monumen Perintis Kemerdekaan yang terletak di Jalan Ahmad Yani, di bundaran Universitas Tanjungpura Pontianak Kalimantan barat yang dikenal Tugu Digulis. Disamping itu , nama mereka juga diabadikan namanya pada salah satu jalan di Kota Pontianak.
Berikut 11 nama pahlawan tersebut;
1. Gusti Sulung Lelanang berasal dari Landak
2. Mohammad Sohor berasal dari Landak
3. Djaranding Abdurahman berasal dari Kapuas Hulu
4. Gusti Situt Mahmud berasal dari Landak
5. Ahmad Marzuki berasal dari Landak
6. Ahmad Sood berasal dari Landak
7. H. Rais Abdurrahman berasal dari Kota Pontianak
8. Gusti Hamzah berasal dari Kerajaan Simpang
9. Gusti Hambal berasal dari Landak
10. Gusti Djohan Idrus berasal dari Landak
11. Sabran berasal dari Landak
Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_tokoh_Kalimantan_Barat
http://equatoronline.blogspot.com
http://kerajaansimpang.blogspot.com
Jika berkunjung ke Kota Garut tentunya tidak sah jika tidak menikmati Cokelat Garut yang di kota tersebut lebih mengenal Chocodot Garut. Kota Garut yang sebelumnya terkenal dengan dodolnya beralih dikenal dengan Chocodotnya. Hal itu dikarenakan Cokelat yang dihasilkan sangat unik dan bervariasi.
![]() |
| Satu diantara cokelat yang tersedia di Chocodot Garut |
Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus atau Ospek merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengenalkan lingkungan kampus kepada mahasiswa atau siswa baru. Kegiatan ini dilakukan setiap tahun ajaran baru.
Masa kegiatan ospek yang dilakukan berbeda-beda tergantung dari tiap kampus atau sekolah itu sendiri. Ada yang menyelenggarakan Ospek selama 4 hari, ada yang satu minggu, sesuai kebijakan kampus tersebut. Namun lamanya masa Ospek tersebut, dapatkah secara penuh mengengalkan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru? Seberapa efektifkah kegiatan tersebut terhadap mahasiswa baru?
![]() |
| Ilustrasi |
Puskesmas Sekura yang lama saat ini masih dimanfaatkan oleh masyarakat berada tidak jauh dari pasar sekura. Sementara Puskesmas baru dibangun di Desa Sekura Barat. Puskesmas ini dibangun sekitar tahun 2010. Dengan bangunan yang lebih bagus dibanding Puskesmas yang lama ini tentunya juga menelan dana yang cukup besar. Namun sayangnya Puskesmas yang sudah rampung ini tidak difungsikan oleh Pemerintah dan masyarakat setempat. Bangunan yang bagus dengan lahan yang luas, sangat disayangkan jika harus terbiar begitu saja. Cat yang sudah mulai memudar dengan halaman yang dipenuhi rumput ini seolah-olah menyatakan bahwa bangunan ini hanya membazir.
Saat ini bangunan Puskesmas tersebut masih belum dilakukan perawatan. Belum diketahui apakah penyebab tidak difungsikannya puskesmas ini. Padahal jika dilihat dari tempatnya, sangat lah bagus untuk masyarakat, karena jauh dari pemukiman masyarakat dengan kata lain tidak berada ditengah-tengah tempat tingal masyarakat. Seperti Puskesmas lama yang berada didekat area pasar.










