Mendengar berita maupun membaca berita dapat menambah wawasan kita. Berita berasal dari peristiwa-peristiwa yang telah terjadi atau sedang berlangsung. Peristiwa tersebut di olah menjadi sebuah berita yang disajikan di media cetak, elektronik maupun online.
Seringkali kita menikmati berita yang disajikan di TV, Koran, radio ataupun media online. Namun kita terkadang tidak mengetahui proses pembuatannya.

Pada kali ini, secara khusus akan disajikan proses pembuatan berita baik itu dari mencari sumber berita, pengetikan naskah hingga penyiaran berita. Bahasan ini berlaku untuk proses pembuatan berita di media elektronik Radio.

 1. Wawancara
Sebelum melakukan wawancara dengan narasumber ada beberapa peralatan tempur yang harus dipersiapkan seperti bolpoint, buku catatan, ponsel yang memiliki fitur perekam suara dan alat perekam suara. Jika ponsel memiliki fitur Quickofffice atau Ms. Office maka buku dan bolpoint dapat ditinggalkan karena mencatata dengan menggunakan Ms. Word di ponsel lebih effisien. Alasannya catatan yang sudah tersimpan di memori dapat di copas langsung ke Ms Word komputer atau laptop anda. Sementara alat perekam suara diperlukan dalam wawancara karena berita yang disiarkan di radio harus disertai suara narasumber sebagai bukti keabsahan berita tersebut.
Alat perekam yang bisa digunakan bisa menggunakan ponsel yang memiliki fitur merekam suara atau alat perekam khusus. Untuk kejernihan suara hasil rekaman, disarankan menggunakan alat perekam khusus. Pasalnya rekaman yang dihasilkan antara ponsel dengan alat perekam jauh berbeda. Hal itu dikarenakan format rekaman di ponsel masih menggunakan format Waveform Audio Format (WAV). Sedangkan alat perekam suara biasanya menggunakan format WMA (Windows Media Audio), MP3 (MPEG-1 Layer 3).

 2. Pengetikan Naskah
Setelah melakukan wawancara dengan narasumber, tahap selanjutnya adalah mengetik naskah berita. Untuk format pengetikan rata kanan dan rata kiri.
Naskah berita yang diketik disarankan tidak melebihi satu halaman. Jika naskah berita di ketik di buka catatan maka harus dipindahkan terlebih dahulu ke Ms. Word dan hal ini memakan waktu anda. Tetapi jika naskah berita sudah diketik di ponsel (Quickoffice) maka dapat langsung di copas ke MS. Word dengan sedikit revisi pada naskah tersebut. Dari kedua hal tersebut dapat anda simpulkan mana yang lebih effisien.

Dalam pengetikan naskah berita, disarankan untuk menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, menghindari kutipan langsung, isi berita tidak bertele-tele serta tidak mengulang kalimat yang sudah ada. Selanjutnya, isi berita yang diketik hendaknya ringkas, jelas, akurat dan mudah dicerna pendengar. Hal itu dialakukan agar inti berita dapat langsung tersampaikan ke pendengar. Selain itu juga, untuk yang singkatan hendaknya ditulis tanpa ada singkatan. Kemudian di kalimat berikutnya baru dapat ditulis singkatan. Sebagai contoh kata PBB pada awal kalimat sebaiknya ditulis Perserikatan Bangsa-Bangsa Bersatu, di kalimat berikutnya atau di paragraph seterusnya ditulis PBB.

Dalam proses pengetikan naskah berita juga disarankan untuk melihat referensi berita di internet. Meskipun demikian, mengcopas isi berita lain yang berkaitan dengan berita yang akan ditulis adalah hal yang sangat tidak diperkenankan. Untuk memastikan berita yang diketik benar dan akurat, hendaknya tetap mengacu pada hasil rekaman wawancara.

 3. Pengeditan Suara
Setelah proses pengetikan naskah berita selesai dilakukan, tahap selanjutnya adalah melakukan editing suara. Hasil rekaman suara yang akan disiarkan sebagai keabsahan berita memiliki durasi yang singkat dengan maksimal durasinya adalah 30 detik dan minimal 10 detik. Format file suara yang disarankan adalah MP3. Oleh karena itu untuk mengedit file rekaman diperlukan aplikasi pengedit suara dalam hal ini yang banyak digunakan adalah Cool Edit.
Jika merekam suara menggunakan ponsel maka format file WAV harus di ubah menjadi MP3 begitu juga jika dari alat perekam suara, format WMA juga harus di ubah menjadi MP3 dengan aplikasi Cool Edit tersebut.

4. Mengunggah Naskah
Tahap selanjutnya adalah menggunggah naskah berita ke database radio terkait. Jika naskah sudah dinilai cukup rapid an layak untuk disiarkan, maka dapat diunggah segera dengan mencantumkan Judul Berita, Tanggal, Bulan Tahun, kemudian merapikan naskah rata kanan dan rata kiri.

5. Menyimpan Folder Suara Narasumber
Tahap berikutnya adalah menyimpan file rekaman di komputer studio. Hendaknya rekaman tersebut ditempatkan pada folder khusus sesuai tanggal dan bulan berita tersebut di buat. Kemudian folder tersebut disimpan di folder berita yang memuat semua rekaman dari hasil editing. Biasanya di komputer studio sudah dibuatkan folder khusus untuk rekaman berita, lagu atau iklan.

6. Menyiarkan
Tahap berikutnya adalah menyiarkan berita yang telah dipersiapkan oleh reporter. Pada radio tertentu biasanya yang membacakan berita adalah reporter yang mengolah berita tersebut. Tetapi ada juga radio yang mengkhususkan penyiarnya yang membaca berita hasil olahan reporter. Semua itu tergantung dari radio masing-masing.
Ilustrasi

7. Merekam
Selanjutnya merekam, berita yang disiarkan akan direkam. Hal itu dilakukan jika suatu radio melakukan kerjasama dengan instansi pemerintahan atau instansi lainnya. Selain itu juga, berita yang direkam tersebut juga dapat dijadikan sebagai bahan bukti apabila ada pihak-pihak yang merasa dirugikan akibat pemberitaan tersebut.

Share on :

4 Responses to Mengintip Proses Pembuatan Naskah Berita Di Radio

  1. ribet banget ya, makannya itu saya ga minat kerja di radio :D

     
  2. wah ternayata rumit juga

     
  3. januar surya Says:
  4. mantap artikelnya gan.

    bisnis tiket pesawat terpercaya www.kiostiket.com

     
  5. dwi prastyo Says:
  6. tidak ribet kok , malah lebih mudah proses membuat berita radio ketimbang berita koran. soalnya saya penah magang di rri. dan saya rasa lebih mudah untuk membuat berita dalam bentuk berita radio.

     
.......................................




Translate

PSF

PSF