perang saudara di amerika
Menginginkan Perang, Rasa Nasionalisme kah? Ketika kebudayaan Indonesia diakui oleh negara tetangga Malaysia, banyak pihak yang merasa marah terhadap Malaysia. Sebagain pihak ada pula yang kecewa dengan pemerintah yang saat itu masih adem-adem saja menghadapi sikap negara tetangganya. Bahkan ada pula yang menginginkan terjadinya perang atas dasar rasa “nasionalisme’’. Sekilas jika kita pikir tentu wajar-wajar saja jika rakyat menginginkan perang, karena merasa sebagai rakyat, sangat marah ketika negaranya terlihat “cengeng dan pengecut’’ menghadapi sikap negara lain.

Ketika isu penyadapan yang dilakukan pihak Australia terhadap pemerintah Indonesia, konflik dan ketegangan pun terjadi. Lagi dan lagi, ada sebagian yang menginginkan perang. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah menginginkan perang itu merupakan sebuah rasa nasionalisme….?

Jika kita pikir lebih jauh, tentu perang bukanlah hal yang hanya melibatkan dua pihak yaitu pemerintah yang merasa benar, dan pihak yang dianggap salah. Perang bukanlah duel diantara pemimpin A dengan pemimpin B, bukan pula tentara A dengan tentara B, melainkan duel antara dua negara yang di dalamnya semua elemen ikut terlibat terutama rakyatnya.

Jika perang terjadi, penulis teringin sangat tahu apakah mereka yang menginginkan perang siap untuk menghadapi segala kehancuran, kehilangan orang-orang tersayang? Kehilangan harta dan kenangan indah? Siapkah kehilangan orang tua, adik-kakak, suami-istri, teman, rekan kerja, , sekolah, kantor, dan semuanya?

Banyak pihak yang mengatakan pemerintah negeri ini pengecut, tidak tegas dan antek karena tidak mengeluarkan tindakan tegas yang dalam hal itu adalah “perang’’. Jika diteliti lebih jauh, kita akan memahami bahwa menjaga rakyatnya tetap selamat, hidup dan terhindar dari marabahaya dan menghindari kehancuran negeri ini merupakan tujuan dari sifat pengecut yang telah dilontarkan oleh para manusia “penggila perang’’.

Rasa nasionalisme kah itu….?
Jika perang merupakan rasa nasionalisme, seharusnya tiap diri manusia-manusia penggila perang itu bertanya “Sudahkah aku berperang dengan diriku sendiri?”, “Sudahkan aku berperang dengan pemerintahku sendiri?”, “Sudahkah aku berperang dengan orang-orang ku sendiri…?” Ya yang menjajah negara ini, yang mempermalukan negeri ini adalah diri kita sendiri, baik itu rakyatnya sendiri, maupun pemerintahnya sendiri…..

Membenci dan mengatakan pengecut, tetapi apakah selama kita sudah berani membela kebenaran yang terjadi di depan mata?
Membenci para koruptor, tetapi apakah selama ini kita benar-benar bersih dari yang namanya korupsi waktu? Pengambilan hak orang lain?

Jika manusia-manusia penggila perang menginginkan terjadinya perang, sebaiknya perangilah dulu dirimu sendiri………………..

Share on :

3 Responses to Menginginkan Perang, Rasa Nasionalisme kah?

  1. Beby Rischka Says:
  2. Setuju, Bang. Kalau permasalahan masih bisa dibicarakan dan diselesaikan secara baik-baik ya buat apa berperang ya. Toh selama ini kas negara masih minus aja. Heheh..

     
  3. wah, ada yg setuju nih hehehe.....

     
  4. Ibu Karen Says:
  5. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Ki Witjaksono atas bantuan dana ghaibnya kini kehidupan ku lebih jauh dari sebelumnya dan itu semua berkat Ki Witjaksono bagi saudara-saudara yang mau di bantu sama Ki Witjaksono silahkan hubung: 0852_2223_1459.
    selengkapnya KLIK-> PESUGIHAN TANPA TUMBAL

     
.......................................




Translate

PSF

PSF